Emas di perdagangan Asia pada Kamis pagi (1/9) tampak rebound

Tadi malam, harga emas jatuh kembali setelah data ketenagakerjaan US optimis, hal tersebut menambahkan spekulasi bahwa Federal Reserve bersiap-siap menaikkan suku bunga segera. Saat ini, pelaku pasar berfokus melihat ke depan pada data nonfarm payrolls, dimana laporan tersebut dapat menentukan apakah the Fed menaikkan suku bunga pada bulan September ataukah Desember mendatang.
Divisi Comex New York Merchantile Exchange, spot emas untuk pengiriman Desember naik 0.48% di level $1.314.00 troy ons.
Menurut fed rate monitor, saat ini kenaikan suku bunga di bulan Sepetember berada di level 27%, sedangkan probabilitas Desember berada di level 56%.
Pada perdagangan Kamis ini, yang merupakan perdagangan awal bulan September, emas nampak sekali berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan harapan bantuan memburuknya data aktivitas pabrikan di AS, Eropa dan Tiongkok.
Di perdagangan sehari sebelumnya, emas mengalami tekanan yang cukup hebat karena laporan tenaga kerja yang dirilis lembaga ADP masih lebih tinggi dari perkiraan pasar sehingga rencana kenaikan suku bunga AS masih dalam jalurnya.
Tak dapat dipungkiri bahwa aliran investasi asing akan masuk cukup deras ke AS melihat kenyamanan konsumen AS yang membaik dan masih tingginya penambahan tenaga kerjanya sehingga dalam melihat kondisi ekonomi dalam negeri AS makin menggiurkan.
Ini dapat segera menggerakkan roda-roda ekonomi lebih kencang sehingga laju inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi AS makin terlecut disertai peredaran uang atau money supply yang makin membanjiri, membuat langkah kenaikan suku bunga the Fed makin terbuka.
Stanley Fischer beberapa malam juga senada dengan Janet Yellen bahwa suku bunga AS setidaknya akan naik 2 kali pada tahun ini karena desakan perbaikan ekonomi yang memberi ruang bahwa kekuatiran money supply atau peredaran uang di AS harus segera dikendalikan.
Potensi penguatan emas dan revans dari mata uang utama dunia terhadap greenback atau dollar AS masih bisa terjadi kali ini dengan melihat upaya sedikit koreksi atau penurunan dari aktivitas pabrikan yang akan rilis dihampir seluruh belahan benua seperti di AS, Uni Eropa dan Tiongkok.
Kami melihat potensi kegiatan industri berat di Tiongkok dan Eropa masih dalam ruang kontraksinya demikian pula bila ISM di AS juga tak kunjung membaik maka ada kesempatan buyback sesaat di emas karena kekuatiran akan naiknya suku bunga AS sedikit terelimasi sejenak.
Jangan dilupakan pula pasar ekuitas dalam hal ini pasar saham global juga sedang memasuki saat-saat koreksi terkait dengan akan naiknya suku bunga AS sebagai upaya antisipatif sejenak dan peralihan arus investasi dari saham ke komoditi emas sebagai salah satu alat pelindung investasi.
Faktor pendukung emas untuk rebound sejenak yaitu dimulainya kontrak berjangka yang baru di perdagangan emas khususnya, dimana biasanya awal bulan menjadi momen beli sejenak untuk mengambil posisi terlebih dahulu sebelum rilisnya data-data fundamental ekonomi global khususnya payroll AS atau NFP.
Have a nice day ànd happy trading