Akankah emas kembali menguat?

Harga emas berakhir menguat pada penutupan perdagangan sabtu dinihari 22/10 kemarin. Secara mingguan harga emas mengalami penguatan terhadap US Dolar. Permintaan terhadap emas dari Asia termasuk Tiongkok dan India dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) telah membantu menopang harga emas selama minggu kemarin.

Adanya kekuatiran pasar akibat efek dari brexit sangat terasa, Pemilu US yang kurang lebih tinggal 3 minggu lagi juga menambah perlambatan pertumbuhan ekonomi di US salah satunya adalah menggantungnya keputusan the FED yg akan menaikan suku bunga.

Emas masih berada dibawah tekanan

Kondisi pergerakan harga emas masih berada dibawah tekanan US $, ini terlihat dari penutupan market sabtu dinihari kemarin (15 Oktober 2016). Pasar bergerak secara perlahan merespon kemungkinan The Fed menaikkan suku Desember mendatang.

Beberapa berita ekonomi akan menjadi panduan dalam pergerakan selama minggu ini antara lain :  CPI US, Building Permits US, Crude oil US, Unemployment Claim US.

 

Have a nice day & Happy Trading

Emas kembali tergelincir

Pada perdagangan di pasar Asia ini harga emas yang  sedang mencoba pulih dari tekanan disinyalir kembali tergelincir akibat dari aksi profit taking investor emas pada perdagangan akhir pekan lalu. Liburnya pasar Tiongkok pada hari ini diperkirakan akan juga membatasi laju emas pagi ini. Fokus para investor di pekan ini tertuju pada data Payroll Amerika yang akan diumumkan pada akhir pekan nanti.

Tren pergerakan emas  jelang akhir tahun masih terfokus para proyeksi kebijakan moneter Federal Reserve Amerika yang diperkirakan akan mengubah kebijakan suku bunganya pada pertemuan The Fed bulan Desember mendatang. Serangkaian indikator ekonomi AS akan terus memainkan perannya terhadap tren pergerakan emas karena akan dijadikan acuan terhadap kebijakan moneter bank sentral AS. Disamping indikator ekonomi, pasar juga terus mengamati perkembangan politik jelang pemilihan Presiden Amerika.

Have a good day & Happy Trading

Emas terkoreksi

Emas mengalami koreksi pada pergerakan pasar asia pagi ini setelah mencapai titik tertinggi di 1443.56 pada kamis 22 sept minggu lalu. Hal ini juga dipengaruhi dengan perdebatan antara dua calon presiden US minggu malam kemarin, serta suhu politik di Amerika menjelang diadakannya pemilu november mendatang.

Walaupun demikian secara global minggu kemarin emas mengalami pemulihan pasca ditundanya kenaikan suku bunga oleh The FED. FOMC juga merevisi outlook tingkat pertumbuhan untuk 2016, perkiraan inflasi untuk tahun 2017 dan tingkat kestabilan Dana Federal. Sekarang pasar akan melihat apakah keputusan ini akan cukup untuk mendorong kembali kenaikan tingkat suku bunga, perkembangan ini akan menunjukkan apa yang akan terjadi berikutnya untuk emas dan perak.

Selain mencerna keputusan FOMC, beberapa berita penting minggu ini adalah : testimoni dan speak Yellen dan Draghi, fundamental US antara lain consumer confidence, core durable goods order, crude oil inventories, final gdp, dan unemployment.

The Fed juga memberikan sinyal kemungkinan untuk kenaikan suku bunga akhir tahun ini – kemungkinan besar pada bulan Desember mempertimbangkan pemilihan AS akan berlangsung pada bulan November setelah pertemuan FOMC.

 

Have a nice day and Happy Trading….

 

 

Kemanakah Emas Bergerak?

Pertemuan FOMC akan menjadi pusat perhatian minggu ini, volatilitas yang tinggi dari minggu lalu selama pembicaraan yang diberikan oleh anggota FOMC, menunjukan bahwa pasar akan memperhatikan laporan ini.Pada minggu sebelumnya, harga emas dan perak turun 1,8% dan 2,6%, masing-masing.

Brainard, Anggota FOMC, memberikan pidato dovish pada awal minggu dan mengurangi peluang pasar serta memberikan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam pertemuan yang akan datang . Sampai dengan akhir pekan lalu, probabilitas yang tersirat dari kenaikan suku bunga pada bulan September turun lagi ke 12% dan untuk bulan Desember kemungkinan tetap hampir tidak berubah pada 55%. Dan jika pertemuan berikutnya dianggap dovish – seperti yang terjadi di masa lalu beberapa kali – ini bisa memberikan dorongan untuk harga emas dan menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga Desember.
Harga emas naik di sesi Asia pada hari Senin pagi ini  menjelang review terbaru dari Federal Reserve.

Have a nice day & Happy Trading….

Pergerakan Emas dibayangi data NFP

Pada perdagangan sebelumnya emas berhasil keluar dari tekanan short sell-nya, terbantu dengan memburuknya aktivitas pabrikan di AS (ISM Manufacturing PMI) namun tertahan oleh membaiknya pasar saham AS dan masih bagusnya tingkat produktivitas pekerja AS disertai menurunnya klaim pengangguran.
Divisi New York Merchantile Exchange, spot emas untuk pengiriman Desember flat di level 1.317.35 troy ons. Laporan manufaktur AS yang meningkatkan keraguan pada kekuatan ekonomi jelang dari data nonfarm payrolls.
Fokus perdagangan kali ini yaitu situasi tenaga kerja AS yang didalamnya terkandung data-data seperti nonfarm payroll atau NFP atau tambahan jumlah penerima kerja diluar sektor pertanian, unemployement rate atau tingkat pengangguran, average hourly earnings atau rata-rata pendapatan perjam, average workweek sheet atau rata-rata jam kerja dalam seminggu.
Biasanya investor dan pasar hanya fokus terhadap NFP karena data ini sangat mempengaruhi pola konsumsi dan kegiatan ekonomi semua sisi bidang industri baik jasa dan pabrikan di AS untuk segera menjadi pijakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi atau GDP di AS masih bisa menaik dan bisa mendukung terjadinya gejolak inflasi atau kenaikan harga sehingga ada kebijakan moneter atau perubahan suku bunga yang baru ataukah tidak.
Bila suku bunga naik dalam hal ini suku bunga AS, maka indeks dollar akan menguat dengan diikuti pelemahan emas dalam jangka menengah.
Terlihat bahwa kondisi situasi tenaga kerja AS masih cukup nyaman bagi the Fed untuk segera menaikkan suku bunga dengan latar belakang pendukung pembukaan lapangan kerja baru yang makin membaik, klaim pengangguran yang terus menunjukkan tren menurun, produktivitas pekerja yang membaik dan meningkatnya iklan lowongan kerja baru.
Dengan analisa seperti itu diatas maka kecenderungan pelemahan emas memang terbuka lebar namun sekali lagi kita harus melihat pasar ekuitas seperti pasar saham dan obligasi AS apakah menyikapi positif hasil NFP nanti malam, bila sikap atau pergerakannya positif maka emas bisa tertekan kearah 1260-1270, namun bila pasar ekuitas negatif maka emas bisa menjauhi level support 1302 untuk segera kembali ke level resistant 1345.
Have a nice day and Happy trading.

Emas di perdagangan Asia pada Kamis pagi (1/9) tampak rebound

Tadi malam, harga emas jatuh kembali setelah data ketenagakerjaan US optimis, hal tersebut menambahkan spekulasi bahwa Federal Reserve bersiap-siap menaikkan suku bunga segera. Saat ini, pelaku pasar berfokus melihat ke depan pada data nonfarm payrolls, dimana laporan tersebut dapat menentukan apakah the Fed menaikkan suku bunga pada bulan September ataukah Desember mendatang.
Divisi Comex New York Merchantile Exchange, spot emas untuk pengiriman Desember naik 0.48% di level $1.314.00 troy ons.
Menurut fed rate monitor, saat ini kenaikan suku bunga di bulan Sepetember berada di level 27%, sedangkan probabilitas Desember berada di level 56%.
Pada perdagangan Kamis ini, yang merupakan perdagangan awal bulan September, emas nampak sekali berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan harapan bantuan memburuknya data aktivitas pabrikan di AS, Eropa dan Tiongkok.
Di perdagangan sehari sebelumnya, emas mengalami tekanan yang cukup hebat karena laporan tenaga kerja yang dirilis lembaga ADP masih lebih tinggi dari perkiraan pasar sehingga rencana kenaikan suku bunga AS masih dalam jalurnya.
Tak dapat dipungkiri bahwa aliran investasi asing akan masuk cukup deras ke AS melihat kenyamanan konsumen AS yang membaik dan masih tingginya penambahan tenaga kerjanya sehingga dalam melihat kondisi ekonomi dalam negeri AS makin menggiurkan.
Ini dapat segera menggerakkan roda-roda ekonomi lebih kencang sehingga laju inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi AS makin terlecut disertai peredaran uang atau money supply yang makin membanjiri, membuat langkah kenaikan suku bunga the Fed makin terbuka.
Stanley Fischer beberapa malam juga senada dengan Janet Yellen bahwa suku bunga AS setidaknya akan naik 2 kali pada tahun ini karena desakan perbaikan ekonomi yang memberi ruang bahwa kekuatiran money supply atau peredaran uang di AS harus segera dikendalikan.
Potensi penguatan emas dan revans dari mata uang utama dunia terhadap greenback atau dollar AS masih bisa terjadi kali ini dengan melihat upaya sedikit koreksi atau penurunan dari aktivitas pabrikan yang akan rilis dihampir seluruh belahan benua seperti di AS, Uni Eropa dan Tiongkok.
Kami melihat potensi kegiatan industri berat di Tiongkok dan Eropa masih dalam ruang kontraksinya demikian pula bila ISM di AS juga tak kunjung membaik maka ada kesempatan buyback sesaat di emas karena kekuatiran akan naiknya suku bunga AS sedikit terelimasi sejenak.
Jangan dilupakan pula pasar ekuitas dalam hal ini pasar saham global juga sedang memasuki saat-saat koreksi terkait dengan akan naiknya suku bunga AS sebagai upaya antisipatif sejenak dan peralihan arus investasi dari saham ke komoditi emas sebagai salah satu alat pelindung investasi.
Faktor pendukung emas untuk rebound sejenak yaitu dimulainya kontrak berjangka yang baru di perdagangan emas khususnya, dimana biasanya awal bulan menjadi momen beli sejenak untuk mengambil posisi terlebih dahulu sebelum rilisnya data-data fundamental ekonomi global khususnya payroll AS atau NFP.
Have a nice day ànd happy trading

Analisa Fundamental XAU

Pada sesi Jum’at harga emas (XAUUSD) bergerak fluktuatif saat Janet Yellen berpidato di Jackson Hole. Di sesi tersebut tekanan jual kembali menguji titik support. Di akhir sesi Jum’at harga komoditas ini ditutup negatif di 1320.75.

Harga emas merosot di awal sesi Senin karena investor melihat pernyataan Ketua Fed Janet Yellen di akhir pekan lalu sebagian besar konsisten dengan wacana pengambilan keputusan berbasis data tentang waktu kenaikan suku bunga. Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun 0,18% menjadi $1.323,55 per troy ounce. Juga di Comex, perak berjangka untuk pengiriman September merosot 0,54% menjadi $18,550 per troy ounce.

Di minggu ini, data nonfarm payrolls AS menjadi sorotan utama bersama dengan data sektor manufaktur China, di tengah kekhawatiran atas kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Pada Jum’at lalu, harga emas berfluktuasi karena pasar menilai ada peluang lebih besar untuk kenaikan suku bunga pada bulan September menyusul komentar dari dua pejabat di bank sentral tersebut.

Yellen mengatakan potensi untuk kenaikan suku bunga AS telah semakin kuat dalam beberapa bulan terakhir karena adanya perbaikan dalam pasar tenaga kerja dan harapan untuk pertumbuhan ekonomi yang solid. Namun, dia tidak menunjukkan kapan Fed akan bertindak, dia hanya mengatakan bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan tergantung pada data ekonomi yang masuk.

Berbicara tak lama setelah itu, Wakil Ketua Fed Stanley Fischer mengatakan pidato Yellen konsisten dengan harapan untuk kenaikan suku bunga tahun ini, membuka pintu untuk terjadinya kenaikan di September. Fischer juga mengatakan data dari Departemen Tenaga Kerja untuk periode Agustus kemungkinan akan membebani proses keputusan kenaikan suku bunga.

Pagi ini harga dibuka di 1320.70, dan selanjutnya tekanan jual kembali menerpa sehingga harga logam kuning turun ke 1315.02, terendah sejak 25 Juli dan berpotensial untuk membawa harga emas ke zona support berikutnya di 1304.91